• Contact Me

  • Arsip

  • Kategori

  • November 2010
    S S R K J S M
    « Agu   Des »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    2930  
  • Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

    Bergabunglah dengan 5 pengikut lainnya

  • Meta


  • Your Visitor...

    cialis generic
    100000

    free counters



Apakah Harus Orgasme Setiap Ngeseks?


SAAT berhubungan seks, setiap pasangan harus bisa meraih puncak kenikmatan seksual (orgasme). Soal ini, bagaimana pandangan dari pakar seksual?

“Masalahnya bukan harus atau tidak harus orgasme tercapai. Tetapi, setiap hubungan seksual yang normal akan berlangsung melalui suatu reaksi seksual dengan orgasme sebagai puncaknya,” jelas  pakar seksualitas Prof Dr dr Wimpie Pangkahila SpAnd FAACS seperti dalam bukunya “Seks yang Membahagiakan”.

Menurutnya, suatu reaksi seksual yang sempurna berlangsung melalui empat fase, yaitu fase rangsangan (excitement phase), fase datar (plateau phase), fase orgasme (orgasme phase), fase resolusi (resolution phase). Reaksi seksual yang sempurna ini disebut siklus reaksi seksual dengan orgasme sebagai puncaknya.

“Siklus reaksi seksual ini terjadi kalau seseorang menerima rangsangan seksual yang cukup. Kalau rangsangan seksual dirasa tidak cukup, maka siklus reaksi seksual tidak terjadi. Bila rangsangan seksual yang efektif terus berlanjut, maka tercapailah puncak reaksi seksual, yaitu orgasme,” ulasnya.

Menurutnya,  saat orgasme, orang bisa merasakan suatu sensasi erotik yang menyenangkan, yang secara popular disebut kenikmatan seksual. Pada saat itu ketegangan seksual dilepas secara tiba-tiba.

“Secara fisik, orgasme merupakan fase tersingkat dalam siklus reaksi seksual. Biasanya hanya berlangsung dalam beberapa detik, yang ditandai dengan kekejangan otot yang bersifat ritmik yang menimbulkan sensasi fisik yang kuat, diikuti relaksasi yang cepat. Kekejangan otot yang ritmik tersebut tidak hanya terjadi pada kelamin, melainkan juga pada seluruh otot tubuh yang lain. Secara psikis, orgasme merupakan puncak kenikmatan seksual,” paparnya.

Wimpie menegaskan, kalau orgasme tidak tercapai berarti kenikmatan seksual tidak dirasakan dan ketegangan seksual tetap dirasakan karena tidak mendapatkan pelepasan.

“Jadi, hubungan seksual yang tidak berakhir dengan orgasme sebenarnya adalah hubungan seksual yang tidak sempurna,” tutupnya.

 

Sumber: okezone.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: