• Contact Me

  • Arsip

  • Kategori

  • November 2010
    S S R K J S M
    « Agu   Des »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    2930  
  • Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

    Bergabunglah dengan 5 pengikut lainnya

  • Meta


  • Your Visitor...

    cialis generic
    100000

    free counters



“Jatuh Cinta Butuh Waktu Kurang dari Semenit”


ILMU pengetahuan tak hanya menegaskan segala hal yang terlihat secara fisik. Sebab, penelitian terbaru mengungkap fenomena jatuh cinta.

Menurut penelitian yang dipimpin Dr Stephanie Ortigue dari Universitas Syracuse, cinta sebenarnya dapat terjadi pada pandangan pertama, dan hal itu terjadi hanya dalam seperlima detik. Ortigue menjelaskan, perasaan romantis berasal tidak dalam hati, tetapi di otak, yang bereaksi terhadap romansa yang seolah-olah dipengaruhi oleh kokain.

Ketika Anda jatuh cinta, 12 bagian otak bersinkronisasi untuk melepaskan bahan kimia mengandung perasaan “bahagia”, seperti oksitosin, dopamine, dan adrenalin. Seperti ramuan cinta yang dibuat oleh otak, bahan kimia ini menyebabkan perasaan euforia di pusat-pusat kognitif otak yang mengelola metafora, pemahaman bahasa, pemrosesan visual, dan citra tubuh. Seluruh proses terjadi sangat cepat. Demikian seperti dikutip dari Your Tango, Rabu (27/10/2010).

Meskipun kita tidak terkejut melihat bagaimana otak bereaksi terhadap romansa, gagasan cinta sesaat alias cinta pertama masih membingungkan. Bagaimana dengan orang yang bertemu secara online? Proses jatuh cinta dengan seseorang yang Anda temui di situs kencan sering memakan waktu lama, karena sulit untuk mengukur daya tarik fisik sebelum Anda bertemu langsung.

Mungkin batas antara cinta pada pandangan pertama dan cinta yang tumbuh dari waktu ke waktu terletak pada titik realisasi. Gairah mungkin baru datang setelah keduanya bertemu, meski euforia kebahagiaan terlihat mencolok.

Apapun masalahnya, temuan Ortigue berimplikasi besar pada kasus patah hati dan kesehatan mental. Cinta dapat terjadi pada pandangan pertama, namun butuh lama untuk merasakan cinta lebih dalam. Dengan mengetahui bagaimana otak menangani cinta, konselor dan psikolog lebih siap untuk membantu klien memahami reaksi mereka terhadap patah hati. Diharapkan, penelitian juga dapat berkontribusi untuk terapi baru menangani cinta yang hilang.

 

Sumber:http://lifestyle.okezone.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: