• Contact Me

  • Arsip

  • Kategori

  • Juni 2009
    S S R K J S M
        Jul »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    2930  
  • Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

    Bergabunglah dengan 5 pengikut lainnya

  • Meta


  • Your Visitor...

    cialis generic
    100000

    free counters



Si Buta dan Aryanti


Seorang lelaki buta memasuki rumah makan. Amin, pemilik rumah makan sekaligus berperan sbg pelayan datang sambil menyodorkan daftar menu.

“Saya orng buta, tentu saja tdk bisa membaca daftar menu, tolong bawakan sendok kotor yang telah dipakai pengunjung sebelumnya dan saya akan membauinya.

Dari sintu nanti saya akan tahu masakan apa yang enak untuk dipesan,” kata lelaki buta tersebut. Ia membauinya dan berkata, “saya pesan ikan pepes mas dan sayur asam”. Dengan agak terperanjat Amin menulis pesanannya. Menu itu memang menjadi pesanan favorit rumah makan itu.

Beberapa hr kemudian, lelaki buta tersebut datang lagi. sekali lagi Ia minta sendok bekas pakai utk dibaui, tetapi bukan yang habis dipakai untuk makan
pepes dan sayur asam.

Hanya ada satu sendok yang habis dipakai untuk menu lainnya. “Bau sendok ini enak juga, sepertinya habis dipakai untuk makan ayam bakar dengan lalapan dan sambal terasi.” Amin mengiyakan dan lelaki buta pun memesan masakan itu.

Lelaki buta utk ketiga kalinya datang lagi dikemudian hari. Ia datang lebih awal ketika belum ada satu pengunjungpun yang datang sehingga tidak ada
bekas sendok pakai yang bisa disodorkan.

Entah darimana datangnya tiba-tiba sifat iseng amin muncul. Ia mendatangi isterinya yang berperan sebagai tukang masak didapur. Disodorkannya sebuah sendok dan berkata, “Yanti, kamu usapkan sendok ini dianu-mu”

“Apa-apaan sih, Mas??!!!” tanya Aryanti tdk mengerti. “udahlah nurut aja demi kemajuan rumah makan kita”, kata Amin setengah memaksa.

Aryanti menurut, mengusapkan sendok di “anu-nya” dan mengembalikannya ke Amin.

Dibawanya sendok tsb ke lelaki buta yg sedang duduk menunggu. Begitu Ia membauinya, sambil mengernyitkan keningnya, lelaki buta itu berkata,

“Aku tidak mengira kalau Aryanti bekerja disini.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: